Gubernur Kalsel Instruksikan Rumah Sakit Utamakan Penanganan Korban KM Virgo Transport 8

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang mempersiapkan penanganan medis yang diperlukan bagi para korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi dari perairan Masalembo, Laut Jawa. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi darurat yang sedang berlangsung.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menginstruksikan seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di daerahnya untuk tidak memperumit proses administrasi bagi para korban. Ia menekankan agar penanganan kegawatdaruratan menjadi fokus utama dalam situasi ini.
“Tidak ada alasan bagi korban untuk terlambat mendapatkan bantuan karena masalah administratif. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam keadaan darurat,” ungkap Muhidin pada Senin, 14 September 2026.
Instruksi ini merupakan bagian dari dukungan penuh Pemprov Kalsel terhadap upaya pencarian, pertolongan, dan penyelamatan yang terus dilakukan. Upaya ini dianggap krusial untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.
“Saat ini, perhatian utama kita adalah pada pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban. Saya telah meminta kepada jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan dukungan maksimal kepada operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur,” tambahnya.
Muhidin juga meminta agar informasi mengenai kondisi dan perkembangan setiap korban disampaikan secara akurat kepada keluarganya. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi, foto, video, atau berita yang belum terverifikasi terkait para korban.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa keluarga korban menerima informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” tegasnya.
Upaya Pemprov Kalsel dilakukan dalam konteks operasi SAR KM Virgo Transport 8 yang masih berada dalam tekanan waktu. Pencarian ini menjadi semakin mendesak mengingat banyaknya korban yang masih hilang.
Basarnas melaporkan bahwa sebanyak 113 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 107 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam tahap pencarian.
KM Virgo Transport 8 diketahui mengangkut total 243 orang, yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Kapal ini dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA, saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Sejak keberangkatannya dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, Basarnas telah mengerahkan 15 armada laut dan udara dari berbagai unsur untuk meningkatkan peluang penemuan korban. Armada tersebut terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.
Operasi pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian di perairan Masalembo, Laut Jawa. Gubernur Muhidin juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat spekulasi mengenai penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8, demi mencegah kebingungan dan informasi yang salah.
➡️ Baca Juga: Polri Siapkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Ojol dan Buruh Jelang Idul Fitri
➡️ Baca Juga: Strategi Pemasaran Referral: Mengoptimalkan Kekuatan Word of Mouth di Era Digital untuk Peningkatan Peringkat Google




