Josh D’Amaro, CEO Baru Disney, PHK 1.000 Karyawan Sebagai Bagian Dari Evaluasi Perusahaan

Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali mengguncang sektor hiburan global. Kali ini, The Walt Disney Company, salah satu raksasa media terkemuka, mengambil langkah signifikan dengan mengurangi jumlah karyawan sebanyak 1.000 orang sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.
Keputusan ini muncul di tengah transformasi besar dalam industri, terutama pergeseran dari televisi tradisional menuju layanan streaming yang dinilai belum mampu memberikan keuntungan yang optimal. Selain itu, persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan teknologi seperti Amazon dan YouTube juga memberikan tekanan pada kinerja bisnis Disney.
Langkah ini merupakan salah satu kebijakan penting pertama yang diambil oleh CEO baru, Josh D’Amaro, yang baru menjabat sekitar sebulan. Ia menyampaikan informasi tersebut kepada karyawan melalui memo internal yang berisi penjelasan mendalam serta pesan empati untuk mereka yang terdampak.
Laporan menunjukkan bahwa pemutusan hubungan kerja ini akan mempengaruhi berbagai divisi dalam perusahaan. Pengurangan karyawan akan menyentuh sektor pemasaran, unit studio, televisi, ESPN, produk, teknologi, hingga fungsi korporat lainnya.
Disney saat ini menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pendapatan dari layanan streaming yang belum mencapai target, penurunan pendapatan box office, serta persaingan yang semakin ketat dengan platform digital. Selain itu, perusahaan juga dihadapkan pada kebutuhan untuk efisiensi dan transformasi organisasi yang mendesak.
Sejak tahun 2022, Disney telah mengurangi lebih dari 8.000 karyawan, yang menunjukkan adanya tekanan yang signifikan di industri hiburan secara global.
Berikut adalah isi memo dari CEO Disney, yang dilaporkan oleh sejumlah sumber, pada Rabu, 15 April 2026.
Rekan-rekan Karyawan dan Cast yang Terhormat,
Kita telah mengalami banyak perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik di dalam perusahaan maupun di seluruh industri. Saya memahami bahwa situasi seperti ini dapat menimbulkan kecemasan, dan saya ingin berbagi beberapa kabar sulit yang perlu disampaikan di minggu ini.
Pada bulan Januari, kami mengumumkan pembentukan organisasi pemasaran dan merek terpadu yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih terhubung kepada konsumen. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari cara untuk merampingkan operasi di berbagai bagian perusahaan guna memastikan bahwa kami dapat terus menghadirkan kreativitas dan inovasi yang diharapkan oleh para penggemar Disney.
Dengan cepatnya perkembangan industri, kami dituntut untuk terus menilai bagaimana membangun tenaga kerja yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Oleh karena itu, kami akan menghapus beberapa posisi di berbagai unit perusahaan dan telah mulai memberi tahu karyawan yang terpengaruh.
Keputusan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh Disney dalam beradaptasi dengan perubahan pasar dan permintaan konsumen yang terus berkembang. Josh D’Amaro, sebagai CEO baru, harus membuat keputusan sulit untuk menjaga kelangsungan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Sebagai langkah lanjutan, Disney berfokus pada inovasi dan efisiensi. Mereka berkomitmen untuk mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat strategi pemasaran untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan demikian, langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi perusahaan.
Seiring dengan pengurangan karyawan ini, Disney juga berupaya untuk memperkuat portofolio kontennya. Mereka berinvestasi dalam proyek-proyek baru yang akan menarik perhatian penonton dan meningkatkan pendapatan dari layanan streaming yang menjadi fokus perusahaan saat ini.
Dalam memo tersebut, Josh D’Amaro menekankan pentingnya kerjasama tim dan dukungan antar karyawan selama masa transisi ini. Ia mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan yang ada.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Disney berharap dapat kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan. Meskipun keputusan pemutusan hubungan kerja ini sulit, mereka percaya bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa industri hiburan terus berubah dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Di bawah kepemimpinan Josh D’Amaro, Disney berkomitmen untuk menghadapi tantangan ini dengan inovasi dan strategi yang tepat.
➡️ Baca Juga: Arbeloa Nyatakan Real Madrid Siap Hadapi Tantangan di Allianz Arena Tanpa Keajaiban
➡️ Baca Juga: RI Harus Memperkuat Diplomasi untuk Mengatasi Dampak EUDR secara Efektif




