Kunjungan Delegasi Swedia: Pertamina Tampilkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi Terbaru

Jakarta – Pertamina telah menguraikan strategi perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, aksesibilitas energi, dan keberlanjutan melalui pendekatan Dual Growth Strategy. Strategi ini menekankan pada penguatan bisnis yang sudah ada atau legacy business, serta pengembangan bisnis rendah karbon, yang diharapkan dapat berjalan beriringan demi mendukung pertumbuhan perusahaan dan mendukung agenda transisi energi.
Penyampaian ini dilakukan saat Pertamina menerima kunjungan delegasi Swedia di Pertamina Digital Hub, Grha Pertamina, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 10 September. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi antara Indonesia dan Swedia dalam bidang keberlanjutan, transisi energi, inovasi teknologi, dan transformasi digital.
Wenny Ipmawan, Senior Vice President (SVP) Business Sustainability Pertamina, menjelaskan bahwa sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Indonesia memerlukan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan aspek keberlanjutan. Ia menekankan bahwa transisi energi seharusnya tidak dilihat sebagai pilihan antara mempertahankan bisnis energi konvensional atau beralih sepenuhnya ke energi hijau, melainkan sebagai cara untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut agar dapat berkembang bersama.
“Bagi Indonesia, keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi tidak perlu dianggap sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya seharusnya dapat berjalan selaras. Hal ini kami terapkan dalam strategi Pertamina melalui Dual Growth Strategy,” jelas Wenny.
Pada pilar pertama dari strategi ini, Pertamina fokus pada optimalisasi bisnis yang sudah ada dengan meningkatkan produksi di sektor hulu, memperkuat aktivitas eksplorasi, serta kegiatan pengeboran, perawatan, dan intervensi sumur. Di sisi hilir, Pertamina juga terus memperkuat bisnis pengolahan dan berbagai inisiatif strategis untuk menjaga ketahanan serta aksesibilitas energi nasional.
Sementara itu, pada pilar kedua, fokus diarahkan pada pengembangan bisnis rendah karbon. Hal ini termasuk memperkuat ekosistem biofuel dan pengembangan energi panas bumi. Saat ini, Pertamina memiliki kapasitas energi panas bumi sekitar 727 megawatt, dengan target peningkatan kapasitas menjadi 1 gigawatt pada tahun 2028 dan 1,9 gigawatt pada tahun 2038. Selain itu, Pertamina terus berinovasi dalam teknologi rendah karbon dan berbagai inisiatif dekarbonisasi untuk mencapai target net zero emissions pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.
Untuk memastikan bahwa strategi ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional perusahaan, Wenny menegaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu kemampuan kunci yang terus diperkuat oleh Pertamina. Melalui Pertamina Digital Hub, perusahaan ini mengintegrasikan pemanfaatan data, teknologi, dan inovasi digital untuk mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan visibilitas operasional, serta menciptakan solusi yang memberikan nilai tambah bagi berbagai pihak.
Dengan adanya kunjungan delegasi Swedia, Pertamina tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan transisi energi, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi internasional yang dapat mempercepat inovasi teknologi dan pengembangan energi terbarukan. Keterlibatan Swedia, yang dikenal dengan keunggulannya dalam praktik keberlanjutan dan teknologi hijau, diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan memperkuat langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina dalam mencapai tujuan jangka panjangnya.
Dalam konteks global yang semakin menekankan pada keberlanjutan, Pertamina berupaya menjadi pelopor dalam transformasi energi di Indonesia. Melalui Dual Growth Strategy, perusahaan ini berkomitmen untuk tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya energi untuk generasi mendatang.
Kunjungan ini juga menjadi sarana bagi Pertamina untuk mempresentasikan berbagai inovasi dan inisiatif yang telah dilakukan dalam rangka mendukung transisi energi yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Swedia, diharapkan dapat tercipta sinergi yang produktif dalam pengembangan solusi energi yang ramah lingkungan.
Ke depan, Pertamina berencana untuk terus memperkuat ekosistem energi terbarukan, tidak hanya dalam hal kapasitas tetapi juga dalam hal inovasi teknologi yang dapat mendukung efisiensi dan keberlanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, Pertamina optimis dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Pertamina berupaya menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan yang berkelanjutan. Dengan terus beradaptasi dan berinovasi, perusahaan ini berharap dapat menjadi model bagi industri energi lainnya dalam menjalani proses transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.
➡️ Baca Juga: Jasa Desain Feed Instagram Estetik untuk Meningkatkan Brand Fashion Rumahan Anda
➡️ Baca Juga: Manajemen Cedera yang Efektif untuk Memastikan Konsistensi Performa Pemain Sepak Bola Profesional




