Manfaat Galon Guna Ulang bagi Lingkungan yang Perlu Anda Ketahui dan Terapkan

Jakarta – Dalam era di mana produksi sampah plastik semakin meningkat, pemilihan jenis air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi isu yang sangat penting untuk diperhatikan.
Kajian akademik menunjukkan bahwa penggunaan galon guna ulang yang terbuat dari PET (Polyethylene Terephthalate) memberikan dampak lingkungan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan galon sekali pakai yang langsung menjadi limbah setelah pemakaian.
“Ini adalah salah satu langkah strategis dalam mengurangi sampah kemasan plastik dari produk air minum dalam kemasan (AMDK) dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” ungkap Wisti Noviani Adnin, Kapokja Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Ditjen Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLHK, pada Senin, 6 April 2026.
Galon guna ulang dirancang untuk digunakan berulang kali, sehingga secara signifikan mengurangi volume sampah plastik dan emisi karbon. Berbeda halnya dengan galon sekali pakai, yang langsung dibuang setelah isinya habis dan berkontribusi pada peningkatan sampah di lingkungan.
Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat sekitar 36 juta ton timbulan sampah yang tercatat dari 342 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 19,59 persen merupakan sampah plastik yang memberikan tekanan besar pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan ekosistem di sekitarnya.
Sementara itu, pada tahun 2025, timbulan sampah diprediksi mencapai 25 juta ton dari 249 kabupaten/kota. Dari total ini, 20,45 persen adalah sampah plastik. Angka-angka ini berpotensi meningkat karena proses penghitungan masih berlangsung.
Meskipun penghitungan belum sepenuhnya selesai, namun komposisi sampah plastik pada tahun 2025 sudah dipastikan melebihi tahun sebelumnya. Hal ini menjadi pengingat pentingnya prioritas dalam penggunaan kemasan guna ulang dibandingkan dengan kemasan sekali pakai, terutama untuk sampah plastik berukuran besar seperti galon.
Penggunaan galon guna ulang berbahan PET dianggap memiliki keuntungan ekologis yang signifikan jika dibandingkan dengan kemasan galon sekali pakai. Inovasi ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga menekan emisi karbon serta memperkuat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia.
“Penggunaan galon guna ulang PET terbukti jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan galon sekali pakai,” jelas Bisuk Abraham Sisungkunon, Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI).
Sebuah riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menunjukkan bahwa tanpa adanya galon guna ulang, diperkirakan tujuh dari sepuluh konsumen akan memilih kemasan sekali pakai yang berpotensi menambah timbulan sampah plastik hingga 770.000 ton per tahun.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Saham IPO Startup Teknologi untuk Maksimalkan Potensi Keuntungan
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menjaga Kesehatan Mental bagi Ibu Rumah Tangga yang Sibuk




