Kapal Selam AS Hancurkan Kapal Perang Iran di Perairan Lepas Pantai Sri Lanka

Kapal selam Amerika Serikat berhasil menenggelamkan kapal perang Iran di perairan lepas pantai selatan Sri Lanka, menurut pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam konferensi pers yang membahas operasi militer terhadap Iran, Hegseth menyampaikan, “Kemarin di Samudera Hindia, kapal selam AS melaksanakan misi yang menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa aman karena berada di perairan internasional.”
Akibat serangan tersebut, laporan menyebutkan bahwa setidaknya 80 orang kehilangan nyawa. Informasi ini disampaikan oleh wakil menteri luar negeri Sri Lanka melalui siaran televisi setempat pada hari Rabu.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, sebelumnya mengungkapkan di hadapan parlemen bahwa terdapat 180 orang di atas kapal Iran yang dikenal sebagai IRINS Dena.
Kapal yang bernama IRINS Dena tersebut terdaftar sebagai peserta dalam latihan angkatan laut yang berlangsung di Teluk Bengal dari 18 hingga 25 Februari, sebagaimana dicatat di situs resmi latihan tersebut.
Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengonfirmasi bahwa sejumlah jenazah telah ditemukan di lokasi kejadian. Tiga puluh dua orang berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Sri Lanka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit di Galle, kota pelabuhan di bagian selatan.
Angkatan laut Sri Lanka menerima sinyal darurat dari kapal Iran tersebut dan segera berkoordinasi dengan angkatan udara Sri Lanka untuk meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Namun, saat perahu penyelamat tiba di lokasi, mereka tidak menemukan kapal yang dimaksud, hanya melihat tumpahan minyak di permukaan laut, jelas Sampath, menambahkan bahwa meskipun insiden terjadi di luar perairan Sri Lanka, Kolombo tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan.
Pasukan Sri Lanka saat ini fokus pada upaya penyelamatan nyawa dari kapal Iran dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab insiden tersebut.
Tambahan pula, Sampath menginformasikan bahwa tidak ada kapal atau pesawat lain yang terpantau di area tersebut. “Kami berharap dapat menyelamatkan lebih banyak orang dan berkomitmen untuk melanjutkan operasi sampai kami memastikan situasinya,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: 7 Slot M.2 di ITX Board, All-NVMe Tanpa Kabel SATA & Power Splitter
➡️ Baca Juga: Pandu Hardiansyah Bicara di Pekan Olahraga Nasional




