Menteri Olahraga Desak Ketua Federasi Mundur Akibat Kutukan Piala Dunia Italia yang Berlanjut

Italia kembali menghadapi kenyataan pahit setelah tidak berhasil lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Kekalahan yang dialami oleh tim nasional dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff menjadi tamparan keras bagi negara yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam dunia sepak bola.
Kekalahan ini menjadi lebih menyakitkan lantaran Italia sempat memimpin di pertandingan tersebut sebelum akhirnya menyerah dalam adu penalti dengan skor 1-4, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kejadian krusial terjadi ketika bek Alessandro Bastoni mendapat kartu merah pada menit ke-42, yang dianggap sebagai pelanggaran terakhir, dan mengubah arah pertandingan secara dramatis.
Media-media besar Italia langsung bereaksi dengan penuh kemarahan. Salah satu surat kabar terkemuka menyoroti istilah “kutukan Piala Dunia” di halaman depan mereka, mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap tim nasional yang pernah menjadi juara dunia sebanyak empat kali. Sejak meraih gelar Piala Dunia pada tahun 2006, performa tim Italia mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, setelah momen bersejarah tersebut, mereka hanya berhasil memenangkan satu pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Kegagalan ini menimbulkan kemarahan di kalangan suporter. Salah satu penggemar, Davide Caldaretta, yang menyaksikan pertandingan di Roma, mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap penampilan tim.
“Sejak awal, semua berjalan buruk. Tim tidak menunjukkan performa yang baik, dan pemain yang seharusnya tidak tampil justru dimainkan. Ini sangat tidak masuk akal. Saya benar-benar terkejut,” ungkap Davide kepada media.
Kekecewaan yang sama juga dirasakan oleh suporter lainnya, Melanie Cardillo, yang mengekspresikan perasaannya setelah pertandingan.
“Saya merasa sangat sedih dan kecewa. Meskipun sering dikecewakan, harapan selalu ada. Namun, ini sudah menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut,” tambahnya.
Terakhir kali Italia berpartisipasi dalam Piala Dunia adalah pada tahun 2014. Sejak saat itu, mereka selalu gagal dalam upaya untuk lolos, termasuk kekalahan di playoff melawan Swedia dan Makedonia Utara pada edisi sebelumnya. Kini, Bosnia justru akan mewakili grup mereka dan bersaing di Piala Dunia bersama Kanada, Qatar, dan Swiss.
Kegagalan ini tidak hanya berdampak pada tim di lapangan, tetapi juga telah meluas ke ranah politik. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka menyerukan kepada Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, untuk mengundurkan diri dari posisinya.
➡️ Baca Juga: Perawatan Tubuh Atlet Usai Aktivitas Padat Harian: Berita Olahraga Terbaru yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mencapai Hampir US$100 Saat IEA dan AS Lepas Ratusan Juta Barel




