Semaglutide Efektif Menjaga Massa Otot Selama Proses Penurunan Berat Badan

Sebuah penelitian medis terkini menekankan betapa pentingnya menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam strategi kesehatan yang lebih luas, di mana tidak hanya fokus pada angka di timbangan, tetapi juga pada kualitas komposisi tubuh.
Dalam sebuah laporan yang dirilis pada 16 April 2026, terungkap bahwa semaglutide (Wegovy) menunjukkan keunggulan dalam mempertahankan jaringan otot tanpa lemak dibandingkan dengan tirzepatide (Zepbound/Mounjaro). Temuan ini memberikan wawasan baru tentang efektivitas obat dalam jangka panjang.
Meskipun tirzepatide mampu memberikan penurunan berat badan yang lebih signifikan, sebagaimana dilaporkan pada 19 April 2026, penting untuk mempertimbangkan aspek lain dari penurunan berat badan, termasuk dampaknya terhadap massa otot.
Analisis data jangka panjang yang melibatkan ribuan pasien menunjukkan pola yang jelas. Pada tiga bulan pertama, pengguna tirzepatide kehilangan massa otot tanpa lemak hingga 1,1 persen lebih banyak daripada mereka yang menggunakan semaglutide. Angka ini meningkat menjadi 2 persen lebih banyak setelah satu tahun penggunaan.
Temuan ini memunculkan diskusi di kalangan para peneliti tentang pentingnya tidak hanya berfokus pada “berapa banyak kilogram yang hilang,” tetapi juga “apa yang hilang dari tubuh” selama proses tersebut. Ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pengelolaan berat badan.
Selain itu, dilaporkan bahwa pada pasien yang mengalami penurunan berat badan drastis di atas 20 persen, risiko kehilangan massa otot secara signifikan lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan tirzepatide, mencapai 10 persen, dibandingkan dengan kelompok semaglutide yang hanya di bawah 7 persen.
Ahli kesehatan mengingatkan bahwa kehilangan massa otot yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan daya tahan fisik. Oleh karena itu, aktivitas fisik menjadi sangat penting bagi pasien yang menggunakan kedua jenis obat ini.
Menanggapi hasil penelitian ini, Novo Nordisk tidak memberikan tanggapan langsung. Namun, mereka menyebutkan bahwa berdasarkan hasil uji klinis sebelumnya, perubahan massa otot pada kelompok yang mengonsumsi semaglutide tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok yang mendapatkan plasebo, dan fungsi fisik pasien tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Eli Lilly belum memberikan komentar terkait studi yang masih dalam tahap pra-publikasi ini. Hal ini menunjukkan pentingnya lebih banyak penelitian untuk memahami efek jangka panjang dari kedua obat ini.
Diharapkan, temuan ini dapat berkontribusi dalam membantu pasien dan dokter dalam memilih pilihan medis yang mendukung kesehatan jangka panjang dengan lebih baik. Dengan mempertimbangkan aspek massa otot dalam penurunan berat badan, diharapkan kualitas hidup pasien dapat terjaga secara optimal.
➡️ Baca Juga: Futsal Indonesia Melangkah Menuju Dunia: FFI dan KFI Jalin Kerja Sama di Copa de Espana 2026
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Restoran untuk Makan Malam di Miami yang Unik




