NAC Breda Berupaya Agar Dean James Mendapatkan Hukuman yang Tepat

Kasus kontroversial yang dikenal sebagai “Pasporgate” yang melibatkan Dean James tampaknya masih jauh dari akhir. Meskipun KNVB telah mengeluarkan keputusan resmi, ketegangan dan ketidakpuasan tetap ada di kalangan pihak-pihak yang terlibat.
NAC Breda, klub yang menaungi Dean James, tidak merasa puas dengan hasil keputusan tersebut. Mereka kini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding sebagai langkah proaktif untuk menantang keputusan yang membebaskan sang pemain dari sanksi.
Masalah ini bermula dari pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC Breda, di mana Dean James bermain selama 75 menit. Namun, setelah pertandingan tersebut, ada pertanyaan yang muncul terkait status administratifnya, khususnya mengenai izin kerjanya setelah berpindah kewarganegaraan.
NAC Breda merasa ada celah dalam keabsahan partisipasi Dean James dalam pertandingan itu. Mereka pun mulai mempertanyakan kevalidan hasil pertandingan yang melibatkan pemain tersebut.
Walaupun demikian, KNVB sebelumnya memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke arah pengulangan pertandingan. Fokus mereka hanya pada aspek disiplin, yang pada akhirnya berujung pada keputusan yang menguntungkan Dean James.
Namun, keputusan yang dibuat oleh KNVB tampaknya tidak memuaskan NAC Breda sepenuhnya. Mereka percaya masih ada ruang untuk memperdebatkan aspek-aspek hukum dan regulasi terkait kasus ini.
Menurut laporan dari Voetbal International, NAC Breda kini tengah bernegosiasi dengan tim hukum mereka untuk menilai kemungkinan pengajuan banding secara resmi. Ini menunjukkan bahwa mereka masih ingin melanjutkan kasus ini dan tidak berniat menutupnya begitu saja.
Di sisi lain, jaksa independen KNVB telah memberikan argumen yang kuat sebagai dasar keputusan mereka.
“Bukan tugas jaksa untuk menentukan kewarganegaraan seseorang,” ungkap jaksa independen KNVB dalam penjelasannya.
“Meskipun demikian, berdasarkan informasi yang diterima dari IND (Dinas Imigrasi dan Naturalisasi), bisa dipastikan bahwa pemain tersebut secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda ketika ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Maret 2025. Ini berarti, menurut peraturan yang ada, ia tidak memenuhi syarat untuk bermain setelah Maret 2025,” lanjutnya.
Putusan ini memang memberikan kabar baik bagi Dean James, karena ia diizinkan untuk kembali bermain. Namun, potensi banding yang mungkin diajukan oleh NAC tetap membuat situasi ini belum sepenuhnya selesai.
Jika NAC benar-benar mengajukan banding, KNVB akan dipaksa untuk membuka kembali berkas kasus ini. Hal ini berpotensi membawa saga “Pasporgate” ke babak baru, yang dapat berdampak lebih luas terhadap regulasi pemain dalam dunia sepak bola di Belanda.
➡️ Baca Juga: Kasus Andrie Yunus Perlu Diadili di Peradilan Umum untuk Mengungkap Aktor Utama
➡️ Baca Juga: Update Terkini: Penghargaan Musik Denpasar Berjalan Penuh Antusiasme




