IHSG Menguat Memasuki Level Resistance, Bursa Asia Tertekan oleh Konflik Timur Tengah

IHSG dibuka dengan penguatan sebanyak 29 poin atau setara dengan 0,39 persen, mencapai level 7.663 pada awal perdagangan di hari Senin, 20 April 2026.
Fanny Suherman, Kepala Riset Retail di BNI Sekuritas, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi menguji level resistance, namun di sisi lain juga dihadapkan pada kemungkinan koreksi hari ini.
“Diperkirakan IHSG akan mencoba menembus level resistance di 7.660. Apabila gagal mencapai level tersebut, akan ada kemungkinan untuk kembali terkoreksi mendekati level support di 7.600,” ujar Fanny dalam laporan harian yang dirilis pada Senin, 20 April 2026.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami penurunan pada perdagangan yang berlangsung pada hari Jumat lalu. Hal ini disebabkan oleh sentimen pasar yang masih terpengaruh oleh ketidakpastian akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah, meskipun ada langkah-langkah menuju gencatan senjata.
Indeks Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 1,75 persen, sementara indeks Topix melemah sebesar 1,51 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatatkan koreksi sebesar 0,55 persen, tetapi Kosdaq justru mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen.
Di sisi lain, S&P/ASX 200 di Australia turun 0,09 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong melemah sebesar 0,89 persen, sedangkan CSI 300 di China mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.
Dalam konteks pernyataan yang lebih luas, Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada pukul 17.00 waktu setempat.
Lebih lanjut, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel terhadap Lebanon merupakan syarat utama untuk memulai kembali negosiasi antara AS dan Iran.
Trump juga menyatakan bahwa pertemuan lanjutan antara AS dan Iran kemungkinan akan diadakan pada akhir pekan mendatang. Ia bahkan mengklaim bahwa konflik dengan Iran “sangat dekat untuk berakhir”, dengan masa gencatan senjata yang direncanakan akan berakhir pada 21 April mendatang.
“Level support IHSG berada di antara 7.500 hingga 7.600, sementara level resistance IHSG terletak pada rentang 7.660 hingga 7.720,” jelasnya.
Sebagai tambahan informasi, Wall Street ditutup dengan catatan positif di akhir pekan lalu. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 1,52 persen, Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen, dan S&P 500 melonjak sebesar 1,20 persen.
Para investor menyambut baik keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz, serta merasa optimis bahwa negara tersebut akan mencapai kesepakatan dengan AS guna mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam sebuah unggahan di media sosial, menyatakan bahwa jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” setelah perjanjian gencatan senjata di Lebanon.
➡️ Baca Juga: 9 Laga Penting! PSIM Siap Saingi Papan Atas, Tidak Hanya Bertahan di Liga
➡️ Baca Juga: Rachel Vennya Ungkap Fakta Menarik: Okin Diklaim Tidak Berikan Nafkah Anak Pasca Cerai




